Semarak Edukasi Anti-Bullying Warnai Kawasan Malioboro Yogyakarta

Suasana kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta tampak lebih semarak pada Minggu (6/9). Ratusan pelajar dan masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan “Sosialisasi dan Diseminasi INSAN (Indigenous Knowledge for National Sustainability) Anti-Bullying” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) bersama Pusat Unggulan IPTEKS Kajian Ilmu Pendidikan (PUI KIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi bagian dari Program In Saintek SEMESTA (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara). Mengangkat isu pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan, kegiatan ini dikemas secara edukatif, interaktif, dan terbuka bagi masyarakat luas.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Dekan FIP UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si., turut menandai dimulainya kegiatan melalui pemotongan pita secara simbolis.
Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi terkait juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan DP3AP2KB Retnaningtyas, S.STP., M.I.P., perwakilan Dindikpora Agus Trimadi, S.H., Kepala Bidang Pembinaan SMP Hasyim, S.IP., M.Acc., Kepala Bidang Pembinaan SD Mujino, S.Pd., M.Acc., serta perwakilan Puspaga Kota Yogyakarta Tri Novita Hedalena, S.Psi., Psikolog.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 siswa yang berasal dari 12 SMP di Kota Yogyakarta. Tidak hanya pelajar, aktivitas edukasi tersebut juga berhasil menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang sedang menikmati suasana Malioboro. Sejumlah wisatawan dan pengunjung umum tampak turut mendatangi area kegiatan, mengikuti aktivitas yang tersedia, maupun sekadar menyaksikan berbagai program edukatif yang disajikan.
Beragam aktivitas dirancang untuk menyampaikan pesan anti-bullying dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima oleh peserta. Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan di booth edukasi, permainan interaktif, serta aktivitas meronce yang mendorong kreativitas, ketelitian, dan interaksi positif antarpeserta.

Selain itu, kegiatan eco therapy turut menjadi salah satu daya tarik dalam acara tersebut. Aktivitas ini memanfaatkan interaksi dengan unsur-unsur alam sebagai sarana untuk menciptakan suasana yang lebih rileks sekaligus mendukung kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan diri dan lingkungan. Kehadiran photobooth juga membuat suasana semakin hidup. Pelajar, masyarakat, maupun wisatawan dapat mengabadikan momen kebersamaan mereka selama mengikuti kegiatan.
Tidak berhenti pada aktivitas rekreatif dan edukatif, panitia juga menghadirkan layanan counseling on the road. Layanan ini memanfaatkan ruang publik sebagai tempat yang lebih terbuka dan ramah bagi remaja untuk memperoleh informasi, berdiskusi, maupun menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan perundungan dan relasi sosial di lingkungan sekolah.
Antusiasme masyarakat dan wisatawan yang turut berpartisipasi menunjukkan bahwa isu pencegahan bullying tidak hanya menjadi perhatian di lingkungan sekolah, tetapi juga relevan untuk disuarakan di ruang publik. Kehadiran berbagai kelompok masyarakat di tengah kawasan Malioboro sekaligus memperluas jangkauan pesan edukasi yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Melalui perpaduan antara hasil penelitian akademik, aktivitas kreatif, layanan konseling, serta keterlibatan pemerintah dan masyarakat, kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi INSAN Anti-Bullying diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Kolaborasi antara UNY, pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, dan wisatawan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya yang lebih peduli, inklusif, dan berani menolak segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda.