Seminar “Membangun Sistem Sekolah Bebas Bullying”

Majelis Hukum dan HAM PCA Depok Sleman bersama PRA Caturtunggal Timur menyelenggarakan seminar bertajuk “Membangun Sistem Sekolah Bebas Bullying” pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman, Yogyakarta, dengan menghadirkan Dr. Eva Imania Eliasa, M.Pd. sebagai pembicara.

Seminar ini mengangkat isu penting mengenai upaya membangun sistem sekolah yang mampu mencegah dan menangani praktik bullying secara komprehensif. Lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan yang nyaman, sehat, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Dalam pemaparannya, Dr. Eva Imania Eliasa, M.Pd. membahas pentingnya membangun sistem pencegahan bullying yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kasus telah terjadi, tetapi juga pada upaya menciptakan budaya sekolah yang mendorong rasa aman, saling menghargai, dan kepedulian antarsesama.

Upaya menciptakan sekolah bebas bullying membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Guru, peserta didik, orang tua, serta seluruh warga sekolah memiliki peran dalam mengenali potensi perundungan, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan yang sistematis dan kolaboratif menjadi bagian penting dalam mewujudkan sekolah yang aman dan inklusif.

Kegiatan seminar juga menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pendidikan mengenai dampak perundungan terhadap perkembangan peserta didik. Pencegahan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu sekolah membangun mekanisme perlindungan sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan pendidikan.

Melalui seminar “Membangun Sistem Sekolah Bebas Bullying”, diharapkan peserta memperoleh wawasan dan perspektif baru mengenai strategi membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang menghargai setiap individu dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.