Desiminasi Hasil Penelitian, Materi Pengasuhan Long Distance Marriage

Anggota Tim PUI KIP menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian: Materi Pengasuhan Long Distance Marriage pada Sabtu, 9 Mei 2026 bertempat di TK Salman Al Farisi 2. Kegiatan ini diikuti oleh para guru sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pola pengasuhan anak dalam keluarga yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh (long distance marriage).

Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Arif Wijayanto, M.Pd. dan Prof. Dr. Puji Yanti Fauziah, M.Pd. Melalui forum ini, para peserta memperoleh pemaparan mengenai hasil penelitian terkait dinamika pengasuhan anak dalam keluarga yang salah satu atau kedua orang tuanya harus tinggal terpisah karena tuntutan pekerjaan, pendidikan, maupun alasan lainnya.

Pada sesi awal, Dr. Arif Wijayanto, M.Pd. (Sekretaris PUI KIP) menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi keluarga long distance marriage, terutama dalam menjaga kualitas komunikasi, kedekatan emosional, dan keterlibatan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak. Beliau menyampaikan bahwa keterpisahan secara fisik tidak selalu menjadi hambatan dalam pengasuhan apabila orang tua mampu membangun pola komunikasi yang efektif, konsisten, dan penuh dukungan.

Lebih lanjut, peserta diajak memahami dampak yang dapat muncul pada anak ketika hubungan dan komunikasi dalam keluarga tidak terkelola dengan baik. Diskusi juga membahas pentingnya peran guru dalam mengenali kondisi sosial dan emosional peserta didik yang berasal dari keluarga dengan pola pengasuhan jarak jauh, sehingga sekolah dapat memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Puji Yanti Fauziah, M.Pd. (Anggota PUI KIP) memaparkan berbagai strategi pengasuhan yang dapat diterapkan oleh keluarga long distance marriage. Beberapa strategi yang dibahas meliputi penguatan komunikasi rutin antara orang tua dan anak, pemanfaatan teknologi digital secara positif untuk menjaga kedekatan emosional, pembagian peran pengasuhan yang jelas, serta pentingnya membangun lingkungan yang suportif bagi perkembangan anak.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan refleksi pengalaman peserta. Para guru berbagi berbagai temuan dan pengalaman yang mereka jumpai di lingkungan sekolah terkait peserta didik yang berasal dari keluarga dengan kondisi orang tua yang tinggal terpisah. Diskusi ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memahami kebutuhan anak secara lebih komprehensif dan mengembangkan pendekatan pendidikan yang lebih empatik.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai praktik pengasuhan yang relevan dengan perkembangan anak usia dini. Melalui diseminasi hasil penelitian ini, diharapkan para guru dapat memperoleh wawasan baru mengenai dinamika keluarga long distance marriage serta meningkatkan kapasitas mereka dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjembatani hasil penelitian dengan praktik pendidikan di lapangan, sehingga temuan-temuan akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang positif bagi anak.